65 Ribu Jemaah Haji Iran Pulang: Fasilitasi Arab Saudi

65 Ribu Jemaah Haji Iran Pulang: Fasilitasi Arab Saudi
Sumber: Liputan6.com

Arab Saudi memfasilitasi kepulangan hampir 65.000 jemaah haji Iran hingga 27 Juni 2025. Proses pemulangan yang efisien ini merupakan hasil kerjasama antara Arab Saudi dan Iran, menandai keberhasilan besar dalam manajemen haji tahun ini. Sebanyak 11.000 jemaah lainnya masih dalam proses pemulangan dalam beberapa hari ke depan.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Arab Saudi dalam memberikan layanan terbaik bagi para jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk di tengah situasi geopolitik yang kompleks. Perencanaan dan eksekusi yang matang memastikan kepulangan jemaah haji Iran berjalan lancar dan aman.

Mekanisme Pemulangan Jemaah Haji Iran

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi berperan aktif dalam proses pemulangan. Mereka menyelenggarakan lebih dari 2.000 perjalanan antar-jemput udara dan darat.

Lebih dari 200 bus digunakan untuk mengangkut jemaah dari wilayah Irak menuju perbatasan Iran. Dukungan dari Kementerian Dalam Negeri dan Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi juga sangat vital dalam memastikan kelancaran proses tersebut.

Ruang operasi khusus dibentuk untuk memonitor kondisi jemaah Iran selama di Makkah dan Madinah. Hal ini memastikan kebutuhan mereka terpenuhi sepenuhnya selama masa ibadah haji.

Proses pemulangan dirancang secara detail berdasarkan permintaan pihak Iran. Kerjasama yang solid antara kedua negara menjamin kelancaran logistik dan transportasi.

Tahap Pemulangan dan Fasilitas yang Disediakan

Tahap pemulangan jemaah haji Iran dimulai pada 13 Juni 2025, dan kelompok pertama sudah kembali pada 16 Juni 2025. Arab Saudi menempatkan petugas di berbagai titik untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama perjalanan pulang.

Jemaah menggunakan penerbangan domestik dari Jeddah dan Madinah menuju Bandara Arar. Dari Arar, mereka melanjutkan perjalanan darat melalui pelabuhan darat yang baru dibangun menuju Iran.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, melakukan komunikasi langsung dengan kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Dr. Alireza Bayat. Hal ini untuk memastikan kelancaran dan keamanan proses pemulangan.

Dr. Bayat menyampaikan apresiasi atas bantuan dan perhatian dari Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Ia juga memberikan penghargaan atas dedikasi Kementerian Haji dan Umrah dalam memfasilitasi kepulangan jemaah Iran.

Dampak Perang dan Pernyataan Resmi

Konflik antara Israel dan Iran sebelumnya berdampak pada proses pemulangan jemaah haji Iran. Namun, atas perintah Raja Salman dan Putra Mahkota, Kementerian Haji dan Umrah memberikan dukungan penuh untuk memastikan semua jemaah Iran kembali dengan selamat.

Sekitar 76.000 jemaah haji Iran berangkat ke Arab Saudi tahun ini. Angka ini menunjukkan tingginya minat beribadah haji dari Iran, dan keberhasilan pemulangan ini sangat penting bagi kedua negara.

Proses pemulangan yang lancar ini menjadi bukti nyata kerja sama dan diplomasi di tengah situasi geopolitik yang menantang. Komitmen bersama untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah haji menjadi prioritas utama.

Keberhasilan ini bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi juga sebuah bukti nyata dari komitmen kemanusiaan dan diplomasi yang dapat mengatasi hambatan di tengah situasi internasional yang kompleks. Hal ini menunjukkan pentingnya kerjasama internasional dalam pelayanan keagamaan dan kemanusiaan.

Pos terkait