Tragedi Gunung Rinjani: Pendaki Malaysia Tergelincir, Setelah Turis Brasil

Tragedi Gunung Rinjani: Pendaki Malaysia Tergelincir, Setelah Turis Brasil
Sumber: Liputan6.com

Sepekan terakhir, Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi sorotan setelah insiden jatuhnya seorang turis Brasil yang mengakibatkan kematian. Kini, kejadian serupa kembali terjadi, meskipun dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Seorang pendaki asal Malaysia, Nazril, mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani. Beruntung, ia hanya mengalami luka ringan dan berhasil dievakuasi.

Pendaki Malaysia Tergelincir di Gunung Rinjani

Nazril, pendaki asal Malaysia, dilaporkan tergelincir saat menuju Danau Segara Anak. Insiden ini terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Menurut Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nicolas Oesman, kecelakaan terjadi saat Nazril menghindari kerumunan porter di jalur pendakian.

Meskipun tergelincir, Nazril hanya mengalami luka ringan berupa lebam di kaki kanan, nyeri di pinggul, dan luka gores di kepala. Ia segera ditangani di Puskesmas Sembalun.

Pendakian Nazril bersama 12 orang lainnya dimulai pada Kamis, 26 Juni 2025, melalui jalur pendakian Kandang Sapi Bawak Nao.

Hasil Autopsi Turis Brasil yang Meninggal

Sementara itu, hasil autopsi terhadap jenazah turis Brasil, Juliana Marins, telah dirilis.

Dokter Ida Bagus Putu Alit dari Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) menyatakan Juliana meninggal akibat luka benturan benda tumpul.

Pemeriksaan forensik menemukan patah tulang di dada, tulang belakang, punggung, dan tulang paha. Luka terparah berada di bagian punggung.

Patah tulang tersebut menyebabkan kerusakan organ dalam dan pendarahan yang cukup masif, terutama di rongga dada.

Dokter Alit memperkirakan Juliana meninggal kurang dari 20 menit setelah terjatuh. Namun, hasil pemeriksaan toksikologi masih dinantikan.

Hipotermia sebagai penyebab kematian masih belum bisa dipastikan karena kondisi jenazah yang telah diawetkan di freezer.

Pembukaan Kembali Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Jalur pendakian Gunung Rinjani yang sempat ditutup sejak Selasa, 24 Juni 2025, untuk evakuasi turis Brasil, telah dibuka kembali pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Pengumuman pembukaan jalur pendakian disampaikan melalui akun Instagram resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (@btn_gn_rinjani).

Balai TNGR menyatakan jalur pendakian dari Pelawangan 4 (Sembalun) menuju puncak telah aman untuk dilalui.

Kedua insiden di Gunung Rinjani ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dan persiapan yang matang sebelum melakukan pendakian. Perlu diingat bahwa kondisi alam yang dinamis dan medan yang menantang memerlukan kewaspadaan dan kehati-hatian ekstra dari para pendaki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *