Guncangan besar menerpa Kerajaan Norwegia. Marius Borg Hoiby, putra tertua Putri Mahkota Mette-Marit, menghadapi tuduhan serius yang melibatkan beberapa korban. Tuduhan tersebut meliputi pemerkosaan, penyerangan seksual, dan kekerasan fisik. Jumlah korban, menurut pernyataan pengacara polisi Andreas Kruszweski, mencapai dua digit.
Kasus ini bermula dari penangkapan Hoiby pada 4 Agustus 2024, menyusul dugaan penyerangan terhadap pacarnya. Sejak saat itu, penyelidikan selama 10 bulan mengungkap serangkaian tuduhan lainnya, mengguncang fondasi keluarga kerajaan.
Dakwaan Berat Menimpa Marius Borg Hoiby
Setelah penyelidikan yang panjang, Hoiby kini menghadapi dakwaan berat. Tuduhan tersebut termasuk satu tuduhan pemerkosaan dengan hubungan seksual, dua tuduhan pemerkosaan tanpa hubungan seksual, dan berbagai tuduhan lainnya.
Pihak pengacara Hoiby, Ellen Holagar Andanaes, menyatakan bahwa kliennya membantah ketiga tuduhan pemerkosaan tersebut. Namun, pengadilan akan menentukan kebenarannya.
Selain tuduhan pemerkosaan, Hoiby juga didakwa atas empat tuduhan perilaku ofensif seksual. Ia juga didakwa atas satu tuduhan pelecehan dalam hubungan dekat.
Daftar dakwaan terhadap Hoiby juga meliputi dua tuduhan kekerasan fisik. Serta berbagai pelanggaran lain seperti vandalisme, ancaman, dan pelanggaran perintah penahanan.
Seminggu di Penjara dan Rehabilitasi di London
Hoiby sempat ditahan selama satu minggu setelah tuduhan pemerkosaan muncul pada November 2024. Pengalaman ini tampaknya menjadi titik balik dalam hidupnya.
Setelah dibebaskan, Hoiby menjalani rehabilitasi di London. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi masalah kesehatan mental dan penyalahgunaan zat yang diakuinya.
Sebelumnya, sepuluh hari setelah penangkapannya, Hoiby mengeluarkan pernyataan publik. Ia mengakui penyerangan dan vandalisme yang terjadi di bawah pengaruh alkohol dan kokain.
Ia juga mengakui pergulatannya dengan masalah kesehatan mental dan penyalahgunaan zat. Pernyataan tersebut mengakui kesalahan dan menunjukkan niat untuk berubah.
Latar Belakang dan Zona Abu-Abu Kehidupan Hoiby
Marius Borg Hoiby lahir dari hubungan Putri Mahkota Mette-Marit sebelum menikah dengan Putra Mahkota Haakon. Ia dibesarkan bersama saudara tirinya, Putri Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus.
Berbeda dengan saudara tirinya, Hoiby tidak memiliki peran publik resmi dalam kerajaan. Hal ini menempatkannya dalam “zona abu-abu”, seperti yang dikatakan komentator keluarga kerajaan Sigrid Hvidsten dari surat kabar Dagbladet.
Hvidsten menjelaskan bahwa Hoiby bergaul dengan lingkaran pergaulan yang kurang baik, termasuk anggota geng dan mafia. Hal ini menambah kompleksitas kasus yang dihadapinya.
Pada tahun 2017, Hoiby pernah ditangkap karena penggunaan kokain di sebuah festival musik. Gaya hidupnya yang nyaman, didukung oleh orangtuanya, tidak diimbangi dengan komitmen pada pendidikan atau pekerjaan.
Putra Mahkota Haakon, ayah tiri Hoiby, berkomentar singkat tentang kasus ini. Ia menyebutnya sebagai masalah serius, namun menolak menjelaskan detailnya.
Haakon menekankan pentingnya keluarga dalam situasi ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya dan Putri Mahkota Mette-Marit akan selalu ada untuk anak-anak mereka, meskipun dalam situasi yang penuh tantangan ini.
Kasus Marius Borg Hoiby menjadi sorotan internasional, mengungkapkan sisi gelap kehidupan di balik glamor keluarga kerajaan. Proses hukum yang sedang berjalan akan menentukan nasib Hoiby dan memberikan jawaban atas berbagai tuduhan yang dihadapinya. Dampak jangka panjang dari skandal ini terhadap citra keluarga kerajaan Norwegia masih perlu dipantau.





