Jemaah Haji Indonesia Hilang di Arab Saudi, Butuh Bantuan Segera

Jemaah Haji Indonesia Hilang di Arab Saudi, Butuh Bantuan Segera
Sumber: Liputan6.com

Hingga Selasa, 1 Juli 2025, tiga jemaah haji Indonesia masih dinyatakan hilang di Arab Saudi. Pencarian intensif terus dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan mereka.

Tim pencarian telah dibantu oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Abdul Fattah Mashat, saat kunjungannya ke kantor Daker Makkah akhir pekan lalu. Kerja sama dengan berbagai pihak juga terus dijalin untuk memperluas jangkauan pencarian.

Upaya Pencarian Jemaah Haji Hilang

PPIH Arab Saudi telah membentuk dua tim untuk mencari jemaah haji yang hilang. Tim ini secara rutin menyisir berbagai lokasi potensial.

Lokasi pencarian meliputi rumah sakit di sekitar Makkah dan Jeddah, Jabal Khandamah, Jabal Tsur, kamar mayat RS An-Noor Makkah, dan area sekitar hotel jemaah Indonesia.

Kawasan Arafah, Muzdalifah, perbatasan Makkah dan al-Lith juga telah ditelusuri. Rekaman CCTV juga diperiksa untuk membantu pencarian.

Koordinasi intensif dilakukan dengan unsur kesehatan, KKHI Makkah, KJRI, beberapa kantor polisi di Makkah, serta ketua kloter PLM 19, SUB 79, dan BDJ 07.

Identitas Jemaah Haji yang Hilang

Ketiga jemaah haji yang hilang memiliki riwayat demensia, yang membuat pencarian semakin sulit.

Berikut identitas lengkap mereka:

  • Nurimah Mentajim (80), jemaah kelompok terbang 19 Embarkasi Palembang (PLM 19). Ia dilaporkan hilang sejak 28 Mei 2025, dua hari setelah tiba di Makkah.
  • Sukardi (67), jemaah kelompok terbang 79 Embarkasi Surabaya (SUB 79). Sukardi menghilang sejak 29 Mei 2025, juga dua hari setelah tiba di Makkah.
  • Hasbullah (73), jemaah kelompok terbang 7 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 07). Ia meninggalkan hotelnya pada 17 Juni 2025.

Ketiganya dilaporkan meninggalkan hotel masing-masing tanpa sepengetahuan petugas.

Langkah-Langkah Tambahan Pencarian

Selain menyisir lokasi secara langsung, PPIH juga mengambil langkah lain untuk mempercepat pencarian.

Surat telah dikirim ke masing-masing syarikah penyedia layanan jemaah, meminta mereka untuk membantu pencarian.

Tim pencarian juga melakukan penyisiran di Masjidil Haram dan area sekitarnya secara rutin.

Kantor Imigrasi Syumaisy juga telah dikunjungi untuk mengecek keberadaan ketiga jemaah tersebut.

Pencarian akan terus dilakukan hingga akhir masa operasional haji 2025. Doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia sangat diharapkan.

Kasus hilangnya tiga jemaah haji ini menjadi pengingat pentingnya pendampingan ekstra bagi jemaah haji lansia, terutama yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti demensia. Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil dan ketiga jemaah haji dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *