Perusahaan fintech Indonesia, Flip, mengumumkan pertumbuhan signifikan pada lini bisnis B2B mereka, Flip for Business. Pertumbuhan ini terjadi di tengah tantangan ekonomi yang cukup berat, menunjukkan ketahanan dan daya saing solusi finansial yang ditawarkan Flip.
Pada kuartal I 2024, Flip for Business mencatatkan peningkatan Gross Merchandise Value (GMV) hingga lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Keberhasilan ini didorong oleh kepercayaan lebih dari 1000 perusahaan dari berbagai sektor.
Pertumbuhan Pesat Flip for Business: Lima Kali Lipat dalam Setahun
Keberhasilan Flip for Business tidak lepas dari kemampuannya memberikan solusi keuangan yang efisien dan fleksibel. Hal ini sangat penting, terutama bagi pelaku usaha yang beroperasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Lebih dari 1.000 perusahaan dari berbagai sektor, termasuk institusi keuangan, startup teknologi, ritel besar, dan penyedia layanan gaya hidup, telah mempercayakan proses _disbursement_ mereka kepada Flip for Business.
Co-Founder Flip, Rafi Putra Arriyan, menjelaskan bahwa Flip for Business menjawab kebutuhan akan solusi keuangan yang lebih efisien dan fleksibel untuk pelaku usaha di Indonesia.
Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Flip tidak hanya sekadar layanan transfer uang, tetapi juga ekosistem keuangan terintegrasi. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Dengan biaya yang rendah, infrastruktur yang andal, dan tanpa syarat minimum penggunaan, Flip for Business membantu bisnis berbagai skala mengelola transaksi dan operasional keuangan mereka dengan lebih efektif.
Kehadiran Flip for Business menjadi alternatif nyata di tengah keterbatasan akses keuangan yang masih dihadapi banyak pelaku usaha di Indonesia.
Keunggulan Flip for Business
- Penghematan biaya hingga 70 persen dibandingkan metode konvensional.
- Tidak ada biaya pendaftaran dan syarat minimum volume transaksi.
- Akses mudah bagi semua skala bisnis, dari startup hingga perusahaan besar.
Menjawab Tantangan Akses Keuangan bagi UMKM
Laporan Indonesia Economic Prospects 2024 dari Bank Dunia menunjukkan bahwa akses keuangan menjadi hambatan utama bagi 29 persen UMKM di Indonesia. Kendala administratif dan perpajakan juga menjadi masalah bagi 34 persen UMKM.
Flip for Business hadir sebagai solusi praktis untuk mengatasi tantangan tersebut. Sistem yang stabil dan dukungan pelanggan yang responsif menjadi kunci keberhasilannya.
Dalam 12 bulan terakhir, Flip for Business mencatat tingkat keberhasilan transfer yang tinggi. Hal ini berkat dukungan tim pelanggan yang responsif dan berpengalaman.
Keberhasilan Flip for Business menunjukkan potensi besar layanan fintech B2B dalam mengatasi kendala akses keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional bisnis di Indonesia. Dengan terus berinovasi dan memberikan solusi yang terintegrasi, Flip berpotensi untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Ke depannya, peningkatan akses terhadap teknologi finansial yang handal dan terjangkau seperti Flip for Business akan semakin krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian negara.





