Banjir Kemang Raya Jaksel Malam Ini: Jalan Utama Terendam

Banjir Kemang Raya Jaksel Malam Ini: Jalan Utama Terendam
Sumber: Liputan6.com

Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, terendam banjir pada Minggu malam, 6 Juli 2025. Kejadian ini menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas di beberapa ruas jalan. Banjir yang terjadi setelah hujan deras ini mengakibatkan sejumlah ruas jalan protokol utama di Jakarta terdampak. Kondisi ini tentunya menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas warga dan lalu lintas.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan genangan air cukup tinggi di Jalan Kemang Raya, tepatnya di sekitar lampu merah McDonald’s. Pengendara sepeda motor terlihat menghentikan laju kendaraannya karena jalan terendam banjir.

Jalan Kemang Raya Tak Bisa Dilintasi

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa Jalan Kemang Raya, khususnya menuju McDonald’s, tidak dapat dilintasi kendaraan.

Pihak kepolisian telah melakukan upaya untuk mengurai kemacetan dan mengalihkan arus lalu lintas. Pengalihan arus difokuskan ke arah selatan untuk mengurangi kepadatan di area terdampak banjir.

Selain mengatur lalu lintas, kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penyedotan air. Pompa air dikerahkan ke lokasi banjir untuk mempercepat proses penanggulangan.

Rawa Buaya, Cengkareng Juga Terendam Banjir

Tidak hanya Jakarta Selatan, banjir juga merendam ruas jalan di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Genangan air cukup signifikan di area ini.

Meskipun tergenang, jalur di Rawa Buaya masih bisa dilalui kendaraan dari sisi kanan jalan. Kondisi ini berbeda dengan situasi di Jalan Kemang Raya yang sepenuhnya tidak dapat dilintasi.

Kombes Pol Komarudin kembali menegaskan bahwa situasi lalu lintas di Rawa Buaya masih tergenang dan terus dipantau oleh pihak kepolisian. Upaya pengaturan lalu lintas dan penyedotan air terus dilakukan.

Dampak Luapan Kali Ciliwung dan Upaya Penanganan

Hujan deras yang melanda Jakarta menyebabkan luapan Kali Ciliwung, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Sebanyak 28 RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terdampak banjir.

Selain upaya kepolisian dalam mengatur lalu lintas dan penyedotan air, perlu adanya koordinasi yang lebih intensif antar instansi terkait dalam penanggulangan bencana banjir. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak buruk dan kerugian yang ditimbulkan.

Pembenahan sistem drainase dan infrastruktur penanggulangan banjir juga menjadi hal yang krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Investasi dalam infrastruktur yang memadai dapat mengurangi risiko banjir dan melindungi masyarakat.

Pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir juga perlu diperhatikan. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi situasi darurat banjir, termasuk langkah-langkah evakuasi dan penyelamatan diri.

Kejadian banjir di Jalan Kemang Raya dan Rawa Buaya menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam. Kerjasama antar instansi dan kesiapan masyarakat adalah kunci dalam meminimalisir dampak negatif dari bencana banjir di Jakarta.

Kejadian banjir ini juga menjadi sorotan tentang perlunya evaluasi sistem pengelolaan air di Jakarta, mulai dari drainase hingga sistem peringatan dini. Semoga ke depannya, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama lebih efektif dalam mengantisipasi dan mengatasi masalah banjir di Jakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *