Batu Tertua Dunia: 4,16 Miliar Tahun, Ditemukan di Mana?

Batu Tertua Dunia: 4,16 Miliar Tahun, Ditemukan di Mana?
Sumber: Liputan6.com

Penemuan geologi terbaru telah mengungkap keberadaan batuan tertua yang pernah ditemukan di Bumi. Batuan berwarna abu-abu ini ditemukan di Nunavik, Quebec, Kanada, dan diperkirakan berusia sekitar 4,16 miliar tahun.

Usia batuan ini jauh lebih tua dari perkiraan sebelumnya, memberikan wawasan unik tentang kondisi planet kita pada era Hadean, periode awal pembentukan Bumi. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal *Science* edisi 26 Juni 2025.

Batuan Tertua: Jendela ke Masa Lalu Bumi

Bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu sebagai bola lava cair. Era Hadean, periode awal pembentukan Bumi, diyakini berakhir dengan pembentukan batuan pertama.

Awalnya, patok penanda geologis (golden spike) yang menandai akhir era Hadean diperkirakan berusia 4,03 miliar tahun dan berada di Northwest Territories, Kanada.

Namun, penemuan batuan di Nuvvuagittuq Greenstone Belt, Quebec, menantang pemahaman tersebut.

Daerah ini, terletak lebih dari 1.600 kilometer di tenggara lokasi golden spike Hadean, telah lama dikenal menyimpan batuan kuno, meskipun usia pastinya masih diperdebatkan.

Sebuah penelitian tahun 2008 mengklaim batuan tersebut berusia 4,3 miliar tahun. Namun, klaim ini dibantah oleh peneliti lain yang menyoroti potensi kontaminasi dan memperkirakan usia batuan hanya sekitar 3,8 miliar tahun.

Studi terbaru ini, yang dipimpin oleh Jonathan O’Neill dari University of Ottawa, menawarkan resolusi atas perdebatan tersebut.

Metode Penelitian dan Hasilnya

Studi terbaru ini menganalisis sampel batuan yang dikumpulkan pada tahun 2017 di dekat Inukjuak, Nunavik. Sampel dikumpulkan oleh Christian Sole, salah satu penulis studi yang saat itu menyelesaikan gelar Masternya.

Tim peneliti menggabungkan analisis geokimia dan petrologi untuk menentukan usia batuan. Mereka juga menggunakan dua metode penanggalan radiometrik.

Metode ini melacak perubahan isotop radioaktif unsur samarium dan neodymium dari waktu ke waktu.

Kedua metode tersebut secara konsisten menunjukkan usia batuan sekitar 4,16 miliar tahun.

Implikasi Penemuan terhadap Pemahaman Bumi Purba

Dengan usia Bumi sekitar 4,5 miliar tahun, batuan ini terbentuk hanya beberapa ratus juta tahun setelah pembentukan planet kita.

Penemuan ini sangat signifikan karena batuan primordial biasanya “didaur ulang” oleh aktivitas tektonik Bumi.

Meskipun batuan berusia sekitar 4 miliar tahun telah ditemukan di Kompleks Acasta Gneiss di Kanada, menemukan batuan seusia ini di permukaan Bumi sangatlah langka.

Penemuan ini memberikan wawasan yang berharga tentang kondisi awal Bumi dan berpotensi memberikan petunjuk tentang bagaimana benua pertama terbentuk.

Penelitian ini juga dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang lingkungan tempat kehidupan pertama kali muncul di Bumi.

Kesimpulannya, temuan batuan berusia 4,16 miliar tahun di Nunavik, Kanada, merevisi pemahaman kita tentang sejarah awal Bumi dan membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang asal-usul planet kita dan kehidupan di dalamnya.

Para ilmuwan berharap penemuan ini akan memicu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap lebih banyak rahasia tentang era Hadean dan evolusi Bumi.

Pos terkait