Proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 24 calon Duta Besar Republik Indonesia (Dubes) telah selesai digelar Komisi I DPR RI. Salah satu calon yang menarik perhatian adalah Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, calon Dubes untuk Malaysia. Keunikannya terletak pada latar belakangnya yang tidak memiliki pengalaman diplomatik.
Meskipun demikian, Raden Dato menyatakan sejumlah alasan yang mendukung pencalonannya. Ia menekankan relasi luasnya di Malaysia dan kedekatannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Calon Dubes Malaysia Tanpa Latar Belakang Diplomasi
Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo secara terbuka mengakui kurangnya pengalaman di bidang diplomasi. Namun, ia mengandalkan pengalaman tinggal lama di Malaysia dan pernikahannya dengan warga negara setempat sebagai modal utamanya.
Ia meyakini hal tersebut cukup untuk menjalankan tugas sebagai Dubes. Alasannya, jaringan relasi yang luas di Malaysia dan hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugasnya.
Pernyataan Raden Dato ini menuai beragam reaksi. Sebagian pihak menilai pengalaman hidup di luar jalur diplomasi juga bisa menjadi modal berharga.
Dukungan Komisi I DPR RI
Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, memberikan pandangannya terkait pencalonan Raden Dato. Ia menyatakan Komisi I menilai kapasitas calon Dubes berdasarkan berbagai faktor.
Komisi I tidak hanya melihat latar belakang diplomasi semata. Mereka mempertimbangkan kapasitas, jam terbang, rekam jejak, dan jaringan relasi yang dimiliki setiap calon.
Proses fit and proper test yang berlangsung dua hari, kata Budisatrio, menjadi dasar penilaian Komisi I. Hasil uji kelayakan tersebut kemudian dilaporkan ke pimpinan DPR untuk disampaikan kepada Presiden.
Daftar Lengkap 24 Calon Dubes RI
Sebanyak 24 calon Dubes telah menjalani proses fit and proper test di kompleks parlemen, Jakarta. Proses ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 5-6 Juli 2025.
Setelah menjalani proses tersebut, hasil fit and proper test akan diserahkan kepada Pimpinan DPR RI. Selanjutnya, Presiden akan memutuskan penempatan para Dubes di berbagai negara dan organisasi internasional.
Berikut daftar lengkap 24 calon Dubes tersebut:
- Abdul Kadir Jaelani – Dubes RI untuk Jerman (Berlin)
- Redianto Heru Nurcahyo – Dubes RI untuk Slovakia (Bratislava)
- Umar Hadi – Perwakilan Tetap RI New York
- Hotmangaradja Pandjaitan – Dubes RI untuk Singapura
- Nurmala Kartini Sjahrir – Dubes RI untuk Jepang (Tokyo)
- Indroyono Soesilo – Dubes RI untuk Amerika Serikat (Washington DC)
- Adam Mulawarman Tugio – Dubes RI untuk Vietnam (Hanoi)
- Laurentius Amrih Jinangkung – Dubes RI untuk Belanda (Den Haag)
- Judha Nugraha – Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (Abu Dhabi)
- Sidharto Reza Suryodipuro – Perwakilan Tetap RI di PBB Swiss (Jenewa)
- Andhika Chrisnayudhanto – Dubes RI untuk Brazil (Brasilia)
- Syahda Guruh Langkah Samudera – Dubes RI untuk Qatar (Doha)
- Andi Rahardian – Dubes RI untuk Oman
- Imam As’ari – Dubes RI untuk Ekuador (Quito)
- Listyowati – Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal
- Kuncoro Giri Waseso – Dubes RI untuk Mesir
- Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo – Dubes RI untuk Malaysia
- Mayjen (Purn) Gina Yoginda – Dubes RI untuk Korea Utara
- Yusron Bahauddin Ambary – Dubes untuk Algeria
- Lukman Hakim Siregar – Dubes untuk Suriah
- Berlian Helmy – Dubes untuk Azerbaijan
- Hari Prabowo – Dubes untuk Thailand
- Okto Dorinus Damanik – Dubes RI untuk Papua Nugini
- Andi Rachmianto – Dubes RI untuk Belgia
Proses penunjukan Dubes RI selalu menarik perhatian publik. Kasus Raden Dato menunjukkan bahwa kriteria penunjukan Dubes tidak selalu berpatokan pada pengalaman diplomatik formal semata. Kompetensi dan relasi yang luas juga menjadi pertimbangan penting. Ke depan, publik akan menantikan kinerja para Dubes terpilih dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat.





