Infinix Indonesia berkolaborasi dengan kreator konten edukatif Yesaya untuk menciptakan film dokumenter inspiratif. Film berjudul “Angin dan Harapan” ini menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) memberikan harapan bagi generasi muda di Pulau Bintan. Film ini mengikuti perjalanan Yesaya saat bertemu tiga individu inspiratif di Bintan, menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat memberdayakan mereka.
Kisah Tiga Inspirator di Pulau Bintan
Film dokumenter “Angin dan Harapan” menampilkan kisah Abizar, seorang pelajar dan pemandu wisata muda; Ibu Puri, guru berdedikasi di sekolah formal dan non-formal; serta Darma, mahasiswa yang tengah mempersiapkan studi lanjut ke luar negeri. Ketiganya memanfaatkan tablet Infinix XPAD 20 dengan fitur-fitur berbasis AI untuk membantu aktivitas mereka.
Infinix XPAD 20 terbukti membantu mereka dalam berbagai hal. Ketiga individu ini merasakan manfaat nyata dari teknologi tersebut.
Teknologi AI sebagai Jembatan Harapan
Head of Marketing Infinix Indonesia, Sergio Ticoalu, menjelaskan bahwa film ini merepresentasikan visi perusahaan untuk mendemokratisasi akses teknologi. Infinix percaya bahwa kekuatan AI seharusnya dapat dinikmati oleh semua orang, tanpa memandang lokasi.
Film berdurasi 10 menit ini dirilis di Instagram @infinixid pada 17 Juni 2025.
Respon positif dari masyarakat menunjukkan dampak positif film ini.
- Fitur AI Notes membantu mencatat dengan efisien.
- AI Summary memudahkan meringkas informasi penting.
- AI Translate memfasilitasi penerjemahan berbagai bahasa.
- AI Voice Assistant berfungsi sebagai asisten suara yang praktis.
Fitur-fitur ini mendukung Abizar, Ibu Puri, dan Darma dalam kegiatan belajar, mengajar, dan berjejaring global.
Sukses Menjangkau Jutaan Penonton dan Angkat Isu Sosial
Dalam waktu kurang dari seminggu, film “Angin dan Harapan” telah ditonton lebih dari 8 juta kali di Instagram. Ribuan interaksi organik juga tercatat.
Banyak penonton terinspirasi oleh kisah nyata dalam film tersebut.
Beberapa komentar positif bermunculan, memuji film dan dampaknya.
Selain inovasi teknologi, Infinix juga menunjukkan kepedulian sosial melalui film ini.
Sebelumnya, Infinix telah memproduksi film pendek “In Front of Us” (2023) yang mengangkat isu kesehatan mental dan perundungan.
Infinix juga membuat film dokumenter perjalanan Kairi ONIC, menginspirasi calon pemain esports muda di Indonesia.
Film “Angin dan Harapan” bukan hanya sekadar promosi produk, tetapi juga sebuah karya yang menginspirasi dan mengangkat isu sosial. Keberhasilan film ini menunjukkan potensi besar teknologi AI dalam memberdayakan masyarakat dan menginspirasi perubahan positif, terutama bagi generasi muda di daerah terpencil.
