Liverpool Juara Liga Inggris, Salah Bidik Gelar Champions

Liverpool Juara Liga Inggris, Salah Bidik Gelar Champions
Sumber: Bola.com

Mohamed Salah, bintang Liverpool, telah mengukir sejarah dengan meraih gelar Premier League musim ini. Kemenangan telak 5-1 atas Tottenham Hotspur di Anfield pada 27 April lalu memastikan gelar tersebut dengan empat laga tersisa. Namun, fokus Salah kini telah beralih ke target berikutnya.

Setelah melewati periode ketidakpastian kontrak, Salah dan Virgil van Dijk telah memperpanjang masa baktinya di Anfield. Namun, Trent Alexander-Arnold justru mengumumkan kepergiannya dari klub.

Janji yang Ditepati

Dalam wawancara bersama *France Football*, Salah mengungkapkan sempat mempertimbangkan musim ini sebagai yang terakhirnya di Liverpool. Proses negosiasi kontrak yang sulit sempat membuatnya ragu.

Ketidakpastian tersebut justru memicu tekadnya untuk memberikan yang terbaik. Salah menjadikan gelar Premier League sebagai prioritas utamanya, karena ia belum pernah merayakannya bersama suporter setelah juara di masa pandemi COVID-19.

“Saya bahkan mengatakan itu adalah tujuan utama saya,” ujar Salah. “Ini pertama kalinya dalam karier, saya menempatkan gelar liga di atas Liga Champions.”

Ia menambahkan, “Rasanya sangat menyakitkan ketika kami tidak bisa merayakannya bersama fans pada 2020, jadi saya ingin menebusnya musim ini. Sembilan bulan kemudian, janji itu saya tepati.”

Kembali Mengincar Trofi Eropa

Salah telah meraih gelar Liga Champions pada musim 2018/2019. Kini, setelah sukses mempersembahkan gelar liga kedua untuk Liverpool, ambisinya kembali tertuju pada trofi bergengsi Eropa tersebut.

Penampilan individu Salah musim ini luar biasa. Ia meraih penghargaan Football Writers’ Association Footballer of the Year untuk ketiga kalinya, menyamai rekor Thierry Henry.

Dengan torehan 28 gol dan 18 assist di Premier League, Salah bahkan disebut-sebut sebagai kandidat kuat Ballon d’Or. Prestasinya ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

Tantangan di Panggung Eropa dan Strategi Menatap Musim Depan

Meskipun performanya di Liga Champions tetap solid dengan tiga gol dan empat assist dalam sembilan pertandingan, Salah sempat mengalami kesulitan menghadapi tim-tim kuat seperti PSG.

Kendala tersebut lebih disebabkan oleh performa tim secara keseluruhan, bukan hanya performa individu Salah. Pelatih baru, Arne Slot, perlu melakukan beberapa penambahan pemain untuk mendukung potensi penuh Salah.

Cody Gakpo, pencetak gol terbanyak kedua Liverpool dengan 22 gol, masih terpaut jauh dari kontribusi total Salah yang mencapai 56 gol dan assist. Slot harus merancang strategi untuk mengatasi hal ini.

Untuk memaksimalkan potensi Salah musim depan, Liverpool perlu meningkatkan variasi serangan. Lebih banyak pemain yang menjadi ancaman gol akan membuat lawan kesulitan fokus pada Salah saja.

Selain itu, mengingat usia Salah yang sudah 32 tahun, perekrutan penyerang dengan daya jelajah tinggi sangat penting. Hal ini akan meringankan beban fisik Salah, terutama di pertandingan-pertandingan besar.

Liverpool perlu mempertimbangkan strategi jangka panjang untuk tetap kompetitif. Membangun skuad yang seimbang dan bertenaga muda akan memastikan keberlangsungan kesuksesan klub.

Secara keseluruhan, keberhasilan Liverpool di Premier League menjadi batu loncatan bagi ambisi Salah untuk meraih Liga Champions. Namun, kesuksesan ini juga menuntut Liverpool untuk berbenah dan memperkuat tim agar dapat bersaing di level tertinggi Eropa. Dengan dukungan pemain berkualitas dan strategi yang tepat, masa depan Liverpool dan Salah masih sangat menjanjikan.

Pos terkait