Maverick Vinales, pembalap MotoGP asal Spanyol, mengungkapkan penyesalan terbesar dalam kariernya. Ia menolak tawaran bergabung dengan Ducati pada tahun 2018.
Keputusan ini, yang diambil saat ia masih membela Yamaha, kini diakuinya sebagai sebuah kesalahan besar.
Tawaran Menggiurkan dari Ducati
Pada tahun 2018, Ducati menawarkan kontrak dua tahun kepada Vinales.
Ia akan menjadi rekan setim Andrea Dovizioso di tim pabrikan Ducati.
Vinales mengaku sempat tertarik dengan tawaran tersebut.
Namun, akhirnya ia memilih untuk tetap bersama Yamaha.
Alasan Menolak Ducati dan Penyesalan Mendalam
Vinales menjelaskan bahwa keputusan untuk menolak Ducati diambil setelah diskusi dengan timnya di Yamaha.
Mereka meyakinkannya untuk bertahan dan berupaya meraih gelar juara bersama Yamaha.
Sayangnya, strategi ini tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Vinales kini menyesali keputusannya untuk menolak tawaran Ducati tersebut.
Karier Vinales Setelah Yamaha
Masalah yang dialami Vinales bersama Yamaha pada paruh pertama musim 2021 berujung pada pemutusan kontrak.
Setelah meninggalkan Yamaha, ia bergabung dengan Aprilia selama tiga setengah musim.
Musim ini, Vinales membela tim satelit Yamaha, Tech3.
Pengalamannya di Yamaha dan Aprilia membentuk perjalanan kariernya hingga saat ini.
Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi Vinales di masa depan.
Ia kini mungkin lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait kariernya.
Kisah Maverick Vinales ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia balap profesional, pilihan karier dapat menentukan arah masa depan.
Meskipun keputusan diambil berdasarkan pertimbangan matang, faktor tak terduga dapat mempengaruhi hasil akhir.
Vinales pun kini mengharap pengalaman ini bisa menjadi pembelajaran untuk karier balapnya ke depan.
