Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberikan apresiasi tinggi kepada tim gabungan yang berhasil mengevakuasi pendaki Brasil, Juliana Marins, dari Gunung Rinjani. Juliana mengalami kecelakaan serius di Taman Nasional Gunung Rinjani pada Juni 2025.
Sebagai bentuk penghargaan, Menhut mengundang seluruh tim evakuasi ke Jakarta pada 1 Juli 2025. Apresiasi ini disampaikan secara resmi oleh Menhut mewakili Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Penghargaan untuk Tim Evakuasi Gunung Rinjani
Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim evakuasi. Ia menekankan rasa syukur atas keberhasilan operasi penyelamatan tersebut.
Dalam siaran pers resmi Kemenhut, Menhut menyatakan apresiasinya secara pribadi dan kelembagaan. Penghargaan tersebut diberikan kepada 15 individu yang berjasa dalam evakuasi Juliana.
Berikut daftar individu yang menerima penghargaan:
- Muhamad Hariyadi, Kepala Kantor SAR Mataram.
- Khafid As’Adi, Kantor SAR Mataram.
- I Gede Lanus, Kantor SAR Mataram.
- Samsul Padli, Unit SAR Lombok Timur.
- Gunawan Qausari, Damkar Lombok Timur.
- Muhammad Saopil Amri, Unit SAR Lombok Timur.
- Randi Paozan, Unit SAR Lombok Timur.
- Rio Pratama, Unit SAR Lombok Timur.
- Brigadir Harial Anugrah, Brimob KOMPI 3 Yon B NTB.
- Maulana Ikhwannul Hakim, BPBD Lotim.
- Abdul Haris Agam, Rinjani Squad.
- Herna Hadi Prasetyo/Tyo, Rinjani Squad.
- Hardiyansah, LORAC.
- Haryadi Gustio Syafly, Balai TN Gunung Rinjani.
- Mustiadi, EMHC.
Peningkatan SOP dan Kolaborasi
Insiden ini menjadi pembelajaran berharga tentang pentingnya kolaborasi dan kemanusiaan. Menhut menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dan relawan dalam penanggulangan bencana.
Menhut juga menegaskan akan ada peningkatan Standard Operating Procedure (SOP) untuk kegiatan wisata minat khusus, termasuk pendakian di kawasan konservasi.
Tujuannya untuk meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang. Perbaikan sarana dan prasarana juga akan menjadi fokus utama Kemenhut.
Kerjasama dengan Basarnas, relawan, kepolisian, dan pemerintah daerah akan ditingkatkan. Menhut menginstruksikan jajaran Kemenhut untuk memperketat SOP aktivitas di kawasan konservasi.
Belasungkawa dan Perbaikan Sarana Pendakian
Kemenhut sebelumnya telah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Juliana Marins. Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko menyampaikan duka cita mendalam.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim gabungan yang telah berjuang dalam proses evakuasi. Evakuasi jenazah Juliana yang berada di kedalaman 600 meter di Gunung Rinjani penuh tantangan.
Proses evakuasi sempat terkendala cuaca buruk dan medan yang sulit. Namun, tim berhasil mengevakuasi jenazah Juliana dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.
Kemenhut akan terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana pendakian. Satyawan Pudyatmoko mengajak para pendaki untuk memprioritaskan keselamatan dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip “safety first” bagi seluruh pendaki. Perbaikan fasilitas pendakian akan terus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan para pendaki.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan peningkatan prosedur keselamatan dalam kegiatan pendakian. Apresiasi kepada tim evakuasi menjadi bukti nyata kepedulian dan komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan para pendaki.





