Miss Papua Pegunungan, Merince Kogoya, menjadi sorotan setelah kabar diskualifikasinya dari Miss Indonesia 2025 beredar luas. Dugaan dukungan terhadap Israel menjadi alasan yang berhembus di media sosial. Namun, kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi dalam sejarah kontes kecantikan bergengsi tersebut.
Sejarah Miss Indonesia mencatat beberapa kasus diskualifikasi peserta. Insiden ini menyoroti tantangan dan kontroversi yang kerap mewarnai ajang pencarian bakat ini.
Riwayat Diskualifikasi Finalis Miss Indonesia
Tahun lalu, Tasya Novianti Putri dari Riau bernasib sama. Ia didiskualifikasi setelah rumor hubungan asmaranya yang tidak pantas beredar di media sosial.
Rumor tersebut bermula dari unggahan di Instagram yang diduga mengungkap perselingkuhan yang melibatkan Tasya. Pihak manajemen Miss Indonesia kemudian mengonfirmasi diskualifikasinya.
Sebastian Emmanuel, anggota tim manajemen, secara langsung memberi tahu pemilik akun Instagram yang menyebarkan rumor tersebut tentang diskualifikasi Tasya. Ia membagikan bukti percakapan konfirmasi tersebut.
Video Kontroversial Merince Kogoya
Kontroversi terbaru melibatkan Merince Kogoya. Beredar video yang memperlihatkan Merince dan sejumlah orang menari sambil mengibarkan bendera Israel.
Video tersebut diunggah pada Mei 2023 dan disertai keterangan yang menunjukkan dukungan terhadap Israel. Merince kemudian menutup kolom komentar di semua unggahannya.
Merince mengungkapkan kekecewaannya atas diskualifikasi tersebut melalui Instagram. Ia merasa perjuangannya selama empat bulan mempersiapkan diri untuk Miss Indonesia 2025 sia-sia.
Ia menjelaskan perjuangannya yang berat, termasuk risiko keselamatan diri saat pembuatan video profil di tengah situasi penembakan. Pengorbanan finansial dan fisik selama masa persiapan juga ia soroti.
Penjelasan Merince Kogoya dan Tanggapan Penyelenggara
Merince menyayangkan keputusan mendadak penyelenggara yang ia anggap dipengaruhi tekanan publik. Ia menekankan bahwa tindakannya hanya menjalankan keyakinan agamanya.
Ia menyatakan bahwa video yang beredar merupakan unggahan lama dan diinterpretasikan secara keliru. Merince merasa dicap pro-Israel hanya karena keyakinan pribadinya.
Merince menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada masyarakat Papua Pegunungan atas kekecewaan yang timbul. Ia juga menyatakan bahwa keputusan diskualifikasi diambil berdasarkan komentar pro-Palestina yang berbeda dengan keyakinannya.
Sampai saat artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara Miss Indonesia. Finalis Miss Indonesia 2025 saat ini masih menjalani karantina, dengan malam puncak pemilihan akan berlangsung pada 9 Juli 2025.
Sementara itu, Monica Kezia Sembiring, pemenang Miss Indonesia 2024, telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Miss World 2025 dengan meraih penghargaan “Beauty with A Purpose” dan “Talent Competition”. Prestasinya ini semakin menyoroti tingkat persaingan dan standar tinggi dalam ajang kecantikan internasional.
Kasus-kasus diskualifikasi ini menimbulkan pertanyaan tentang standar etika dan transparansi dalam penyelenggaraan Miss Indonesia. Perlu ada kejelasan dan konsistensi dalam aturan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kontroversi di masa mendatang. Harapannya, ke depan, penyelenggara dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan dan menjaga integritas kontes.
