Gunung Phou Louey, menjulang setinggi 2.257 meter di atas permukaan laut, merupakan puncak tertinggi di Taman Nasional Nam Et-Phou Louey, Laos. Terletak di wilayah Houaphan, Luang Prabang, gunung ini menyimpan pesona alam yang memikat dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Artikel ini akan mengupas enam fakta menarik Gunung Phou Louey, mengungkapkan keindahan dan kekayaan alam yang tersembunyi di balik julukannya sebagai “Gunung Abadi”.
Asal Usul Nama dan Letak Gunung Phou Louey
Taman Nasional Nam Et-Phou Louey, yang meliputi area seluas 5.070 km², merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Laos. Nama taman ini sendiri diambil dari Sungai Nam Et (“Nam” berarti air) dan Gunung Phou Louey, yang berarti “Gunung Abadi”.
Kawasan taman nasional ini mencakup 10 distrik di 3 provinsi di Laos Utara. Keberadaan Gunung Phou Louey sebagai titik tertinggi di taman ini memberikan kontribusi penting pada ekosistem dan keanekaragaman hayati kawasan tersebut.
Taman Nasional Nam Et-Phou Louey: Suaka Kehidupan Liar
Taman Nasional Nam Et-Phou Louey ditetapkan pada tahun 2019, sebelumnya berstatus kawasan lindung nasional. Kawasan inti seluas 3.000 km² di dalam taman ini dilindungi ketat, melarang akses manusia dan perburuan satwa liar.
Wilayah penyangga seluas 2.950 km² mendukung kehidupan masyarakat desa sekitar. Taman ini didominasi oleh pegunungan dan perbukitan, menciptakan lanskap yang dramatis dengan ketinggian bervariasi, dari 336 hingga 2.257 mdpl.
Kehidupan di Sekitar Gunung Phou Louey
Lebih dari 100 desa dengan populasi yang bergantung pada sumber daya alam hidup di sekitar Taman Nasional Nam Et-Phou Louey. Delapan dari 50 kelompok etnis di Laos mendiami wilayah ini, dengan Khmu, Hmong, dan Lao sebagai kelompok mayoritas.
Keberadaan masyarakat lokal ini menjadi bagian integral dari pengelolaan taman. Upaya pelestarian alam dipadukan dengan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan, seperti ekowisata.
Ekowisata dan Potensi Gunung Phou Louey
Taman Nasional Nam Et-Phou Louey kaya akan keanekaragaman hayati. Lebih dari 50 spesies mamalia, termasuk spesies kucing liar, anjing liar Dhole yang terancam punah, dan dua spesies beruang, menghuni kawasan ini.
Lebih dari 300 spesies burung telah teridentifikasi, dengan potensi penemuan spesies baru. Siamang pipi putih utara yang terancam punah juga memiliki populasi terbesar di taman ini.
Program ekowisata diluncurkan pada tahun 2010, menyediakan mata pencaharian alternatif bagi penduduk lokal. Pengunjung dapat mengeksplorasi taman dengan tur yang dipandu, tersedia dua pilihan yaitu pengalaman wisata sungai dan gunung. Semua tur dipandu oleh pemandu profesional berbahasa Inggris dan tim komunitas lokal.
Gunung Phou Louey dan Taman Nasional Nam Et-Phou Louey menawarkan lebih dari sekadar pemandangan gunung yang menakjubkan. Kawasan ini merupakan contoh luar biasa dari upaya pelestarian alam yang dipadukan dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal. Keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi upaya konservasi di wilayah lain. Melalui ekowisata, pendapatan masyarakat lokal meningkat dan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam juga semakin tinggi. Keberadaan Gunung Phou Louey sebagai “Gunung Abadi” bukan hanya sebatas julukan, tetapi juga sebuah harapan untuk pelestarian alam yang lestari di masa mendatang.





