Jude Bellingham, gelandang muda Real Madrid dan Timnas Inggris, dikenal dengan komitmen dan dedikasinya yang tinggi. Ia kerap mengutamakan kepentingan tim, bahkan sampai mengorbankan kondisi fisiknya sendiri.
Namun, dedikasi Bellingham ini sepertinya akan berujung pada masa istirahat panjang. Cedera bahu yang dialaminya memaksanya untuk mempertimbangkan operasi.
Cedera Bahu dan Keputusan Menunda Operasi
Masalah bermula pada November 2023, saat Bellingham mengalami dislokasi bahu dalam pertandingan melawan Rayo Vallecano. Meskipun cedera, ia tetap menyelesaikan pertandingan.
Bellingham memilih untuk tidak langsung menjalani operasi. Ia terus bermain dengan bahunya dibalut ketat untuk mencegah cedera semakin parah.
Keputusan ini sebagian besar didorong oleh ambisi Bellingham untuk tampil di Euro 2024. Peluang tersebut membuatnya mengesampingkan operasi pada musim panas.
Inggris berhasil mencapai final Euro 2024, namun Bellingham hampir tidak memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum kembali ke Real Madrid. Cedera bahunya pun tak kunjung sembuh total.
Saatnya Operasi: Keputusan yang Tak Terelakkan
Laporan dari Marca menyebutkan bahwa operasi bahu kini menjadi pilihan yang tak terelakkan bagi Bellingham. Real Madrid pun menyadari hal ini sebagai satu-satunya solusi jangka panjang.
Meskipun tidak ada waktu yang ideal untuk menjalani operasi, klub menilai saat ini mungkin waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah cedera Bellingham secara tuntas.
Bellingham sendiri dalam wawancara Desember lalu mengaku kondisinya cukup baik. Namun, petunjuk dari dokter kemungkinan besar akan merekomendasikan operasi untuk penyembuhan optimal.
Klub mempertimbangkan beberapa faktor terkait waktu operasi. Jadwal Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi salah satu pertimbangan utama.
Dampak Operasi bagi Real Madrid dan Bellingham
Waktu pelaksanaan operasi akan menentukan kapan Bellingham bisa kembali bermain. Jika operasi dilakukan sebelum Piala Dunia Antarklub, kemungkinan besar ia bisa pulih tepat waktu untuk musim baru.
Namun, penundaan operasi hingga setelah turnamen di Amerika Serikat bisa berakibat pada masa pemulihan yang lebih panjang. Ia diperkirakan baru bisa kembali bermain pada September.
Real Madrid tentunya harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan absennya Bellingham dalam beberapa pertandingan. Strategi dan rotasi pemain akan menjadi kunci.
Kehilangan Bellingham tentu akan menjadi pukulan bagi Real Madrid. Namun, operasi ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi sang gelandang dan memastikan ia kembali ke lapangan dengan kondisi prima.
Ke depan, perlu pemantauan ketat terhadap proses pemulihan Bellingham. Dukungan dari tim medis dan klub akan sangat penting untuk kesuksesan operasinya.
Secara keseluruhan, kisah Bellingham ini menyoroti dilema antara ambisi dan kesehatan pemain sepak bola profesional. Semoga operasinya berjalan lancar dan ia dapat kembali berkontribusi bagi klub dan negaranya.
