Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali dibuka untuk umum pada Sabtu, 28 Juni 2025. Penutupan sementara selama empat hari, sejak Selasa, 24 Juni 2025, dilakukan untuk memfasilitasi evakuasi seorang turis Brasil yang mengalami kecelakaan.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan pembukaan kembali jalur pendakian melalui akun Instagram resminya. Pengumuman tersebut menandai selesainya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di kawasan Cemara Nunggal.
Jalur Pendakian Rinjani Dibuka Kembali
Pengelola TNGR mengimbau seluruh pendaki untuk mengutamakan keselamatan. Mereka juga menekankan pentingnya mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian dan menggunakan jalur resmi.
Pesan tersebut juga menyerukan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian Gunung Rinjani. “Gunung Rinjani bukan hanya tujuan, tapi juga tanggung jawab bersama,” tulis pihak TNGR.
Tragedi Turis Brasil di Gunung Rinjani
Seorang turis Brasil, Juliana Marins, mengalami kecelakaan fatal selama pendakian. Ia jatuh dari ketinggian sekitar 150 meter di jalur pendakian menuju puncak.
Pemandu wisata Juliana, Ali Musthofa, memberikan kesaksian kepada media Brasil, O Globo. Ia menjelaskan kronologi kejadian dan upaya penyelamatan yang dilakukan.
Ali mengaku sempat meninggalkan Juliana sebentar untuk menunggu di depan. Namun, setelah menunggu sekitar 15-30 menit, Juliana tak kunjung muncul.
Ali baru menyadari kejadian tersebut setelah mendengar teriakan minta tolong Juliana dari dasar jurang. Ia langsung melaporkan kejadian ini pada agen tur dan meminta bantuan.
Seorang turis Italia, Federica Matricardi, yang sempat bertemu Juliana beberapa hari sebelum kejadian, menceritakan betapa menantang pendakian Gunung Rinjani. Keduanya bahkan sempat merekam video singkat sebelum kecelakaan terjadi.
Juliana memulai petualangannya di Asia Tenggara pada Februari 2025. Ia mengunjungi beberapa negara sebelum akhirnya tiba di Indonesia untuk mendaki Gunung Rinjani. “Jangan pernah mencoba, jangan pernah terbang,” tulisnya dalam keterangan foto terakhirnya di media sosial.
Penutupan Sementara dan Upaya Penyelamatan
Penutupan sementara jalur pendakian dari Pelawangan 4 Sembalun ke puncak Gunung Rinjani dilakukan untuk memperlancar evakuasi Juliana. Hal ini juga untuk memastikan keselamatan tim penyelamat dan pengunjung lainnya.
Kepala Balai TNGR, Yarman Wasur, menjelaskan alasan penutupan tersebut. Ia menekankan pentingnya keselamatan semua pihak yang terlibat.
Meskipun jalur menuju puncak ditutup, pendakian masih diperbolehkan hingga Pelawangan 4 Sembalun. Pengunjung tetap diimbau untuk memprioritaskan keamanan dan keselamatan.
Proses evakuasi melibatkan tim SAR yang terlatih dan peralatan khusus. Posisi Juliana yang berada di jurang terjal membutuhkan upaya ekstra untuk menyelamatkannya.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Rinjani, diharapkan aktivitas wisata dapat kembali berjalan normal. Namun, peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kesiapan sebelum melakukan pendakian di gunung yang dikenal menantang ini. Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum memulai pendakian.





