Penumpang Thai Lion Air Diusir: Kursi Sempit Picu Amarah

Penumpang Thai Lion Air Diusir: Kursi Sempit Picu Amarah
Sumber: Liputan6.com

Sebuah insiden viral di media sosial memperlihatkan seorang penumpang Thai Lion Air yang berbuat keributan di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, pada Rabu, 25 Juni 2025. Penumpang tersebut menolak tempat duduk yang telah dialokasikan dan memaksa untuk pindah, menyebabkan penundaan penerbangan.

Insiden ini menjadi sorotan karena perilaku penumpang yang tidak kooperatif dan mengganggu ketertiban penerbangan. Kejadian ini juga memicu diskusi mengenai hak dan kewajiban penumpang pesawat, serta penanganan situasi serupa oleh pihak maskapai.

Penumpang Protes Kursi dan Dipaksa Keluar Pesawat

Penumpang Thai Lion Air tersebut dilaporkan protes karena mendapat kursi dekat jendela dengan ruang kaki yang sempit. Ia menginginkan kursi di deretan kursi darurat yang memiliki ruang kaki lebih lega.

Namun, permintaannya ditolak pramugari. Kecewa, penumpang tersebut kemudian mengamuk di dalam pesawat.

Petugas kepolisian bandara terpaksa turun tangan dan menarik paksa penumpang yang mengenakan kaus oranye tersebut dari tempat duduknya. Ia diseret keluar pesawat didampingi beberapa petugas.

Penumpang lain mengecam perilaku pria tersebut. Insiden ini mengakibatkan penundaan keberangkatan pesawat selama satu jam.

Ketidakhadiran Tanggapan Resmi dari Thai Lion Air

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak maskapai Thai Lion Air terkait insiden tersebut. Keheningan ini menimbulkan pertanyaan tentang prosedur penanganan penumpang yang bermasalah.

Kejadian ini mengingatkan pada insiden serupa di masa lalu, di mana penumpang lain juga membuat keributan terkait penempatan kursi.

Pada Desember 2024 misalnya, seorang ibu di Brasil memaksa penumpang lain untuk bertukar kursi agar anaknya yang rewel bisa duduk lebih nyaman. Permintaannya yang tidak masuk akal ini justru menuai kecaman dari para netizen.

Perilaku Tidak Patut dan Dampaknya Terhadap Penumpang Lain

Perilaku penumpang yang memaksa pindah kursi dan berbuat keributan di dalam pesawat jelas tidak patut. Tindakannya mengganggu kenyamanan dan keamanan penumpang lain.

Di kasus Brasil, seorang ibu bahkan merekam dan mempermalukan penumpang lain yang menolak permintaannya untuk bertukar kursi. Aksi ini menuai kecaman luas di media sosial.

Kasus lain yang dilaporkan di Reddit pada Februari 2024 menceritakan seorang wanita yang meminta penumpang kelas bisnis untuk bertukar kursi dengan suaminya yang berada di kelas ekonomi. Permintaan yang kurang ajar ini lagi-lagi menunjukkan betapa kurangnya kesadaran beberapa penumpang akan etika dan kenyamanan penumpang lainnya.

Insiden-insiden ini menunjukkan pentingnya edukasi dan penegakan aturan bagi penumpang pesawat. Pihak maskapai juga perlu meningkatkan standar prosedur penanganan penumpang yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan penerbangan.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran akan etika dalam berpergian dengan transportasi umum, menghargai hak dan kenyamanan penumpang lain, serta mematuhi aturan yang berlaku. Semoga ke depan, insiden seperti ini dapat diminimalisir.

Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa insiden di Thai Lion Air ini merupakan contoh nyata bagaimana tindakan individual dapat berdampak negatif pada keseluruhan penerbangan. Penting bagi maskapai dan otoritas bandara untuk memiliki mekanisme yang efektif dalam menangani penumpang yang tidak kooperatif, serta meningkatkan edukasi untuk menciptakan lingkungan penerbangan yang aman dan nyaman bagi semua.

Pos terkait