Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, telah mengumumkan enam gelandang yang akan menjadi tulang punggung tim dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pemilihan ini tidak mengejutkan, karena seluruh pemain yang dipanggil sebelumnya telah memperkuat Timnas Indonesia dalam dua pertandingan terakhir. Namun, performa mereka di level klub cukup beragam, menarik untuk melihat bagaimana Kluivert akan menyusun strategi dengan kondisi tersebut.
Menariknya, dua nama diprediksi akan menjadi pilihan utama saat Timnas Indonesia menghadapi China dan Jepang pada Juni 2025. Mari kita bahas lebih dalam mengenai enam gelandang pilihan Patrick Kluivert dan peluang mereka untuk bersinar di laga krusial tersebut.
Thom Haye: Andalan di Lini Tengah
Meskipun klubnya, Almere City, terdegradasi dari Liga Belanda, Thom Haye tetap diprediksi menjadi gelandang utama Timnas Indonesia. Sejak menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2024, ia konsisten memperkuat skuad Garuda.
Kontribusinya cukup signifikan dengan torehan dua gol dan dua assist dari 11 pertandingan. Ia juga memiliki keunggulan karena bermain reguler bersama Almere City hingga akhir musim Eredivisie 2024/2025. Hal ini memastikan kebugaran dan kesiapannya untuk membela Timnas.
Marselino Ferdinan: Tantangan Mencari Menit Bermain
Marselino Ferdinan, pemain muda berbakat, masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan menit bermain reguler di Oxford United. Ia baru sekali bermain di Championship 2024/2025, masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-77.
Meskipun kesempatan bermain di klub terbatas, Marselino tetap menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia. Namun, ia akan absen saat melawan China karena akumulasi kartu kuning. Ia baru bisa bermain saat melawan Jepang.
Ivar Jenner: Konsistensi di Jong Utrecht
Ivar Jenner menunjukkan perkembangan positif dengan bermain reguler bersama Jong Utrecht di kasta kedua Liga Belanda. Ia bermain penuh sebagai starter dalam lima laga terakhirnya.
Hal ini menjadi modal berharga untuk bersaing di Timnas. Meskipun belum menjadi starter reguler di Timnas, ia kerap mendapat kesempatan bermain sebagai pemain pengganti di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Nathan Tjoe-A-On: Mencari Kembali Sentuhan Terbaik
Situasi Nathan Tjoe-A-On sedikit berbeda. Ia belum mendapatkan kesempatan bermain di Swansea City sepanjang musim Championship 2024/2025. Minimnya menit bermain menimbulkan kekhawatiran tentang kebugarannya.
Kondisi ini dapat mempersulit persaingannya dengan gelandang lainnya. Kemungkinan besar, ia akan lebih banyak duduk di bangku cadangan saat melawan China dan Jepang.
Ricky Kambuaya: Performa Konsisten di BRI Liga 1
Ricky Kambuaya menunjukkan performa konsisten dan impresif bersama Dewa United di BRI Liga 1 2024/2025. Hal ini menjadikannya kandidat kuat untuk bermain di Timnas.
Meskipun hanya bermain singkat saat melawan Bahrain, ia menampilkan performa apik. Namun, ia perlu mengurangi jumlah kartu kuning dan merah yang telah dikumpulkannya.
Joey Pelupessy: Debut Mengesankan
Joey Pelupessy menjadi sorotan setelah debutnya yang mengesankan bersama Timnas Indonesia saat melawan Bahrain. Ia berduet dengan Thom Haye di lini tengah.
Kehadirannya memberikan keseimbangan di lini tengah, khususnya dalam hal pertahanan. Performa konsistennya bersama Lommel SK di Liga Belgia juga menjadi poin plus baginya.
Peluang besar terbuka bagi Thom Haye dan Joey Pelupessy untuk menjadi duet utama di lini tengah Timnas Indonesia. Namun, kompetisi di antara keenam gelandang ini akan sangat ketat dan menarik untuk disaksikan. Patrick Kluivert memiliki tugas berat untuk memilih formasi dan pemain yang paling tepat untuk menghadapi tantangan berat melawan China dan Jepang. Faktor kebugaran dan konsistensi bermain di level klub akan sangat menentukan pilihannya.





