Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar acara silaturahmi dan dialog dengan orang tua serta calon siswa Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta. Acara yang berlangsung Minggu (29/6/2025) ini dihadiri Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan menjelang tahun ajaran baru Sekolah Rakyat 2025/2026.
Suasana pertemuan sangat hangat dan akrab. Para orang tua dengan terbuka menceritakan kesulitan hidup mereka, berharap Sekolah Rakyat dapat meringankan beban. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kisah Haru Orang Tua Calon Siswa Sekolah Rakyat
Irwan, seorang kuli panggul yang tinggal di rumah sempit 4×5 meter di lahan pemakaman, Kapuk, Jakarta Barat, berbagi kisahnya. Penghasilannya hanya sekitar Rp100.000 per hari setelah dipotong biaya.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat membantu keluarganya. Hal senada diungkapkan Suratna, seorang janda dengan empat anak yang berjualan nasi uduk dan menjadi buruh cuci.
Suratna tinggal di kontrakan seharga Rp500.000 per bulan. Ia bersyukur atas keberadaan Sekolah Rakyat karena anaknya, Galih, memiliki potensi akademik yang baik tetapi terhambat kondisi ekonomi keluarga.
Sekolah Rakyat: Wujud Kepedulian Presiden Prabowo Subianto
Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata perhatian Presiden Prabowo Subianto bagi rakyat miskin. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak Indonesia.
Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan pendidikan bermutu, lingkungan yang aman dan sehat, serta masa depan yang lebih sejahtera bagi para siswanya. Ini merupakan komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih baik.
Seskab Teddy mengajak orangtua dan calon siswa untuk meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat. Hal ini dilakukan untuk memastikan sekolah tersebut layak dan aman bagi para siswa.
Pengecekan Fasilitas dan Kesiapan Sekolah Rakyat Handayani
Setelah dialog, Letkol Teddy, Gus Ipul, dan Dody Hanggodo meninjau lokasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani. Sekolah yang dibangun di lahan seluas 1,2 hektare ini merupakan bagian dari Sentra Handayani seluas 10 hektare.
Mereka melihat langsung asrama, ruang kelas, dan lapangan olahraga. Kunjungan kemudian berlanjut ke kontrakan Galih yang berjarak sekitar 100 meter dari sekolah.
Sekolah Rakyat Handayani akan menerima 75 siswa SMP dari keluarga kurang mampu pada 14 Juli 2025. Pembangunan fisik sekolah telah mencapai 88,81 persen, dengan target penyelesaian pada 9 hari ke depan.
Selain Sentra Handayani, Sekolah Rakyat di Jakarta juga akan dibuka di Sentra Mulya Jaya dan Pusdiklat Margaguna. Kurikulumnya dirancang secara komprehensif, meliputi pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan penguatan karakter.
Guru-guru Sekolah Rakyat telah diseleksi secara nasional. Terdapat 1.554 guru dan 2.730 tenaga kependidikan yang siap mendukung program ini. Para kepala sekolah juga telah mengikuti pelatihan intensif.
Secara nasional, tahap awal Sekolah Rakyat mencakup 395 rombongan belajar di 100 titik. Pulau Jawa memiliki lokasi terbanyak, diikuti Sumatra, Sulawesi, Bali-Nusra, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Pemerintah juga menyiapkan gelombang berikutnya dengan memanfaatkan BLK dan gedung milik pemerintah daerah. Targetnya adalah 424 rombongan belajar, melibatkan 10.600 siswa, 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan.
Kunjungan ke Sekolah Rakyat Handayani menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam pemerataan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih baik dan sejahtera.





