Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam (5/7/2025), mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di tiga lokasi berbeda. Tiga orang ditemukan meninggal dunia akibat bencana ini, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Kejadian ini menyoroti kerentanan wilayah Puncak terhadap bencana alam, khususnya saat musim hujan. Tim gabungan dari berbagai instansi terkait langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Puncak
Bencana alam tersebut terjadi di Desa Megamendung, Desa Tugu Utara, dan Desa Cipayung Girang. Ketiga desa ini berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Di Desa Megamendung, seorang santri pondok pesantren meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Kampung Rawasedek. Evakuasi korban dilakukan dengan segera.
Dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia di sebuah vila di Kampung Sukatani, Desa Tugu Utara. Longsor di lokasi ini awalnya menyebabkan lima orang dilaporkan hilang.
Tiga orang berhasil selamat dari longsor di vila tersebut. Dua korban meninggal dunia ditemukan sekitar pukul 11.15 WIB dan 11.33 WIB.
Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Bogor, Dejan Habiburrahman, mengkonfirmasi total tiga korban meninggal dunia. Satu korban di Megamendung dan dua di Cisarua.
Pencarian Korban Hilang di Desa Cipayung Girang
Di Desa Cipayung Girang, satu orang dilaporkan hilang terseret longsor di area pemancingan Gang Dolar. Korban, Oden Sumantri (47), diketahui sedang memancing di dekat Sungai Ciesek.
Oden Sumantri telah diingatkan oleh pengelola untuk menjauh dari tebing karena meningkatnya debit air. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
Pihak berwenang memperkirakan korban kemungkinan tertimbun longsor atau terseret arus Sungai Ciesek. Pencarian yang dilakukan seharian pada Minggu dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Senin pagi.
Tim gabungan terus berupaya maksimal dalam pencarian korban hilang tersebut. Semoga korban segera ditemukan.
Dampak Luas Bencana di Kabupaten Bogor
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melaporkan dampak bencana yang lebih luas di wilayahnya. Sebanyak 18 kecamatan dan 33 desa terdampak banjir, longsor, dan angin kencang.
Selain tiga korban meninggal dunia, sejumlah infrastruktur dan rumah warga juga mengalami kerusakan. Pemerintah daerah tengah fokus pada evakuasi dan penanganan.
Rudy Susmanto menyatakan pemerintah bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan. Longsor terjadi di 21 titik, sementara banjir dilaporkan di tujuh titik.
Bencana ini menuntut kesiapsiagaan dan upaya mitigasi bencana yang lebih baik di masa mendatang. Perbaikan infrastruktur dan edukasi masyarakat sangat diperlukan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di daerah rawan seperti Puncak. Semoga upaya pencarian korban hilang segera membuahkan hasil dan proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lancar.





