Kecelakaan kapal wisata kembali terjadi di perairan Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan serupa yang terjadi di kawasan wisata populer tersebut. Kejadian terbaru melibatkan kapal wisata Bahari Angin Mamiri yang terbalik pada Minggu, 29 Juni 2025.
Sebanyak 17 orang berada di atas kapal saat kejadian, termasuk 12 wisatawan dan 5 awak kapal. Beruntung, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kapal Wisata Bahari Angin Mamiri Terbalik di Perairan TNK
Kapal wisata Bahari Angin Mamiri mengalami kecelakaan di antara Tanjung Lohkima dan Pulau Mauan, perairan Taman Nasional Komodo. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengkonfirmasi peristiwa ini pada Senin, 30 Juni 2025.
Diduga, cuaca buruk menjadi penyebab utama kecelakaan. Angin kencang dan arus laut yang kuat membuat kapal miring hingga akhirnya terbalik.
Evakuasi Cepat dan Kondisi Penumpang
Tim gabungan yang terdiri dari KSOP Labuan Bajo, Basarnas, Polairud Polres Manggarai Barat, dan Lanal Labuan Bajo segera merespon laporan kecelakaan tersebut.
Tim berhasil mencapai lokasi dan mengevakuasi seluruh penumpang dan awak kapal. Mereka tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 15.00 WITA.
Meskipun semua selamat, dua wisatawan asal China mengalami luka lecet di kaki dan paha. Keduanya langsung mendapatkan perawatan medis di ambulans Balai Karantina Kesehatan (BKK) Labuan Bajo.
Serangkaian Kecelakaan Kapal Wisata di TNK
Kecelakaan kapal wisata Bahari Angin Mamiri bukanlah insiden pertama di TNK. Sejumlah kejadian serupa telah terjadi sebelumnya.
Bulan Mei 2025 lalu, kapal wisata KM Adil Putra tenggelam setelah menabrak karang di perairan Pulau Padar. Kejadian tersebut mengakibatkan evakuasi 16 penumpang oleh tim SAR gabungan.
Pada bulan Agustus 2024, kapal wisata Monalisa Satu tenggelam di perairan antara Pulau Batu Tiga dan Pink Beach. Delapan penumpang berhasil dievakuasi, berkat bantuan kapal pinisi Tsamara.
Insiden-insiden ini menunjukkan adanya risiko keselamatan yang perlu mendapat perhatian serius di kawasan wisata TNK.
Faktor Penyebab Kecelakaan Berulang
Cuaca buruk menjadi faktor utama yang menyebabkan kecelakaan kapal wisata di TNK. Angin kencang dan gelombang tinggi sering terjadi di perairan tersebut, khususnya di musim tertentu.
Selain faktor cuaca, kondisi kapal dan kemampuan navigasi juga perlu dipertimbangkan. Perlu ada peningkatan pengawasan dan standar keselamatan bagi kapal wisata yang beroperasi di TNK.
Langkah-langkah Peningkatan Keselamatan
- Peningkatan pengawasan dan patroli di perairan TNK, terutama saat cuaca buruk diprediksi.
- Penerapan standar keselamatan yang lebih ketat bagi kapal wisata, termasuk pemeriksaan rutin dan sertifikasi.
- Penyediaan pelatihan dan sertifikasi bagi nahkoda dan awak kapal dalam menghadapi kondisi cuaca buruk.
- Peningkatan sistem peringatan dini dan komunikasi bagi kapal wisata di TNK.
- Sosialisasi dan edukasi kepada wisatawan mengenai risiko dan tindakan pencegahan yang perlu dilakukan.
Kasus kecelakaan kapal wisata di Taman Nasional Komodo terus berulang, menuntut langkah konkret dari berbagai pihak terkait. Peningkatan standar keselamatan, pengawasan, dan edukasi menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. Pemerintah, operator wisata, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan para wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata ini.
