Banjir Jakarta Lumpuhkan Ratusan RT, Jalan Utama Terendam

Banjir Jakarta Lumpuhkan Ratusan RT, Jalan Utama Terendam
Sumber: Liputan6.com

Banjir Jakarta: 109 RT Terendam, Ratusan Warga Mengungsi

Pada Senin pagi, 7 Juli 2025, sejumlah wilayah di Jakarta masih terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan genangan air masih menggenangi sejumlah titik di Ibu Kota. Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk mengungsi.

Hujan deras dan meluapnya beberapa kali menjadi penyebab utama banjir yang melanda Jakarta. BPBD mencatat dampak banjir cukup signifikan, mempengaruhi sejumlah wilayah di empat daerah administratif Jakarta.

Situasi Banjir di Jakarta Pusat

Sebanyak 17 RT di Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, terendam banjir. Ketinggian air mencapai 30 hingga 40 sentimeter.

Luapan Kali Krukut dan curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir di kawasan ini. BPBD terus memantau dan melakukan upaya penanganan banjir di lokasi tersebut.

Dampak Banjir di Jakarta Barat, Selatan, dan Timur

Jakarta Barat juga terdampak banjir, dengan 15 RT yang tergenang. Banjir terjadi di beberapa kelurahan, termasuk Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 hingga 70 sentimeter. Penyebabnya sama seperti di Jakarta Pusat: hujan deras dan luapan Kali Angke serta Kali Pesanggrahan.

Di Jakarta Selatan, 30 RT terendam banjir. Kelurahan yang terdampak antara lain Tanjung Barat, Pela Mampang, Pengadegan, Rawajati, Jati Padang, Pejaten Timur, dan Kebon Baru.

Ketinggian air di Jakarta Selatan cukup beragam, dari 30 sentimeter hingga 150 sentimeter. Luapan Kali Ciliwung dan Kali Krukut menjadi penyebab utama banjir di wilayah ini.

Sementara itu, Jakarta Timur mencatat angka tertinggi, dengan 47 RT yang terdampak banjir. Banjir merendam beberapa kelurahan seperti Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, Cililitan, dan Cipinang Melayu.

Ketinggian air di Jakarta Timur mencapai hingga 210 sentimeter di beberapa titik. Hujan deras dan luapan Kali Ciliwung dan Kali Sunter menjadi biang keladi banjir di kawasan ini.

Jalan Tergenang dan Data Pengungsi

Selain RT, tiga ruas jalan juga terendam banjir, dua di Jakarta Barat dan satu di Jakarta Timur. Ketinggian air di jalan-jalan tersebut berkisar antara 15 hingga 45 sentimeter.

Akibat banjir, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi. Data BPBD mencatat setidaknya ada beberapa tempat pengungsian yang menampung warga terdampak banjir.

Beberapa lokasi pengungsian diantaranya Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina, Masjid Jami Ittihadul Ikhwan Kampung Melayu, SDN 01/02 Kampung Melayu, Masjid Al-Hawi Cililitan, Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang, Masjid Al Ridwan Jatipadang, Mushollah Sibili Jatipadang, Masjid Jami Al Khaer Kedaung Kali Angke, Musholla Kelurahan Kedoya Selatan, RPTRA Segas Karet Tengsin, Masjid Nurul Huda Karet Tengsin, Masjid Al Muhajirin Karet Tengsin, Masjid Al Muqorobbin Cipinang Melayu, dan Masjid Universitas Borobudur.

Total, ratusan kepala keluarga dan ribuan jiwa tercatat sebagai pengungsi akibat banjir. BPBD dan instansi terkait lainnya terus berupaya memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Situasi banjir di Jakarta masih terus dipantau oleh BPBD DKI Jakarta. Upaya evakuasi dan penanggulangan banjir terus dilakukan untuk meminimalisir dampak dan membantu warga yang terdampak. Semoga situasi segera membaik dan warga terdampak dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *