Hujan deras mengguyur Kota Tangerang, Banten pada Sabtu malam, 28 Juni 2025. Akibatnya, banjir menggenangi permukiman padat penduduk di beberapa wilayah, terutama RW 16, Kecamatan Cibodas. Kejadian ini mengakibatkan ratusan kepala keluarga terdampak dan memerlukan bantuan. Beruntung, Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat merespon situasi darurat ini.
Pemerintah daerah langsung mendistribusikan bantuan dan melakukan upaya penanggulangan banjir. Situasi di lapangan terus dipantau untuk memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak. Berikut adalah lima fakta penting seputar banjir yang melanda Kota Tangerang.
1. Banjir Melanda Ratusan Keluarga di Cibodas
Hujan ekstrem pada Sabtu malam mengakibatkan 290 kepala keluarga (KK) di RW 16, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang terdampak banjir. Camat Cibodas, Buceu, menjelaskan bahwa prioritas utama adalah evakuasi lansia dan warga sakit.
Warga lainnya memilih untuk bertahan di rumah mereka. Pemerintah setempat terus memantau kondisi dan siap memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan. Evakuasi difokuskan pada kelompok rentan untuk meminimalkan risiko.
2. Penyaluran Bantuan dari Pemerintah Kota Tangerang
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang segera mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut disalurkan ke posko pengungsian di RW 16 dan RW 08, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas.
Bantuan yang diberikan meliputi 1.000 nasi bungkus, 200 boks makanan siap saji, 10 dus mi instan, 20 dus air mineral, dan 5 kasur lipat. Kepala Dinsos Kota Tangerang, Mulyani, memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar.
Dapur umum juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.
3. Pembuatan Kisdam untuk Antisipasi Banjir
Jebolnya tanggul Kali Sabi di Kelurahan Uwung Jaya menjadi penyebab utama banjir di Periuk. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas PUPR membangun kisdam (kantong berisi pasir atau tanah) di bantaran kali.
Dinas PUPR telah menyiapkan 400 karung kisdam untuk penanganan darurat. Pembuatan kisdam merupakan upaya cepat untuk mencegah meluasnya genangan air dan melindungi permukiman warga.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi penanggulangan banjir jangka pendek. Upaya perbaikan tanggul secara permanen direncanakan sebagai solusi jangka panjang.
4. Banjir Mulai Surut, Namun Tetap Siaga
Pada Minggu pagi, sebagian besar wilayah yang terdampak banjir mulai surut. Hanya tersisa dua titik banjir di kawasan Periuk dengan ketinggian air 20 hingga 50 sentimeter.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa petugas tetap siaga. Perlengkapan seperti perahu karet tetap disiapkan untuk antisipasi.
Warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan keamanan dan membantu proses pembersihan pascabanjir.
5. BPBD Kabupaten Tangerang Laporkan Kondisi Terkini
Di Kabupaten Tangerang, banjir juga melanda beberapa wilayah seperti Perumahan Dasana Indah, Bojong Nangka, Bencongan, dan jalan di kawasan Lippo Karawaci. Namun, pada Minggu pagi, banjir di sebagian besar wilayah tersebut sudah surut.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara, menyatakan bahwa warga sudah dapat kembali beraktivitas normal. BPBD Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Meskipun sebagian besar wilayah sudah surut, pemantauan dan pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan dan dampak selanjutnya. Bantuan terus diberikan kepada warga terdampak untuk membantu pemulihan.
Banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Tangerang merupakan pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Kecepatan respons pemerintah dalam memberikan bantuan dan melakukan upaya penanggulangan banjir patut diapresiasi. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan sistem pencegahan dan penanggulangan banjir di masa mendatang, sehingga dampak buruknya dapat diminimalisir.
