Warisan budaya berupa cerita rakyat menyimpan kekayaan sejarah dan nilai-nilai kehidupan yang perlu dilestarikan. Di era digital, buku menjadi media efektif untuk mentransfer nilai moral, memperkenalkan budaya lokal, dan merangsang imajinasi generasi muda.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui situs web BUDI menyediakan akses gratis terhadap beragam buku cerita rakyat dari berbagai penjuru Indonesia. Koleksi cerita rakyat Jawa Timur yang tersedia di situs ini khususnya kaya akan kisah inspiratif.
Banterang Surati: Kisah Cinta, Konflik, dan Pengkhianatan di Banyuwangi
Buku “Banterang Surati” mengisahkan konflik, cinta, dan pengkhianatan antara dua kerajaan besar. Cerita ini berlatar Banyuwangi dan Klungkung.
Perjalanan Raden Banterang dan Surati dipenuhi tragedi yang menekankan pentingnya kepercayaan dan kesetiaan. Buku ini menyoroti bahaya fitnah dan bagaimana tindakan kita dapat berdampak besar.
Dengan bahasa sederhana dan ilustrasi yang hidup, “Banterang Surati” mengajarkan pentingnya berhati-hati dalam bertindak dan membangun hubungan yang kuat. Kisah ini sarat dengan pesan moral yang relevan hingga kini.
Cinta di Pulau Mandangin: Pesan Haru Tentang Penerimaan dan Kasih Sayang
Buku “Cinta di Pulau Mandangin” menceritakan Putri Ragapadmi yang terasing karena penyakit. Ia dirawat oleh seorang perwira kerajaan yang menunjukkan kasih sayang tanpa syarat.
Kisah ini menekankan pentingnya tidak menilai orang dari penampilan atau status sosial. Putri Ragapadmi akhirnya sembuh dan menemukan kebahagiaan berkat kebaikan orang lain.
Dengan bahasa yang mudah dipahami dan ilustrasi yang menarik, buku ini cocok untuk anak-anak. Pesan moral tentang pengorbanan, kerja keras, dan cinta sejati disampaikan secara efektif.
Joko Dolog: Legenda Patung Surabaya dan Pesan Moralnya
Buku “Joko Dolog” bercerita tentang asal-usul patung legendaris di Surabaya. Kisah Dewi Purbawati, Jaka Taruna, dan Jaka Jumput mengajak pembaca pada petualangan penuh intrik.
Alur cerita yang ringan dan ilustrasi yang menarik membuat kisah ini hidup. Konflik cinta, ambisi, dan pengkhianatan berujung pada kutukan yang mengubah tokoh menjadi batu.
Buku ini menyampaikan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan apresiasi terhadap warisan budaya. Karakter yang digambarkan dengan jelas memperkuat pesan moral yang disampaikan.
Kesatria yang Rendah Hati: Bambang Widyaka dan Nilai-Nilai Kehidupan
Buku “Kesatria yang Rendah Hati” mengisahkan Bambang Widyaka, pemuda sakti yang menjunjung tinggi kesetiaan dan kerendahan hati.
Ia menghadapi berbagai tantangan untuk menyelamatkan sahabatnya, dari menaklukkan harimau putih hingga membangun terowongan ajaib. Kisah ini memadukan unsur kesaktian, kebijaksanaan, dan budaya lokal.
Bambang Widyaka menjadi tokoh inspiratif yang mengajarkan pantang menyerah, kecerdikan, dan ketulusan. Buku ini cocok untuk memperkenalkan cerita rakyat kepada anak-anak secara menarik dan mendidik.
Empat buku cerita rakyat Jawa Timur yang tersedia di situs BUDI menawarkan hiburan sekaligus pembelajaran berharga. Kisah-kisah ini mengajarkan karakter, nilai kearifan lokal, dan pesan moral yang relevan untuk semua usia. Akses gratis melalui situs BUDI memberikan kesempatan untuk menjelajahi kekayaan budaya Jawa Timur dan warisan cerita rakyat Indonesia.
