KPK Cegah 13 Orang, Kasus EDC Bank Negara Terkuak

KPK Cegah 13 Orang, Kasus EDC Bank Negara Terkuak
Sumber: Liputan6.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menangani kasus dugaan korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di bank pemerintah periode 2020-2024. Sebagai bagian dari upaya penyidikan, KPK telah mengambil langkah tegas untuk mencegah 13 orang bepergian ke luar negeri.

Pencegahan ini diumumkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Senin (30/6/2025). Langkah ini bertujuan untuk memastikan proses penyidikan berjalan efektif dan terhindar dari potensi penghalang.

Pencegahan 13 Orang Terkait Kasus Korupsi Mesin EDC BRI

Sebanyak 13 individu telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Pencegahan ini berlaku efektif sejak 27 Juni 2025.

Meskipun demikian, identitas ke-13 orang tersebut masih dirahasiakan oleh KPK. Pihak KPK belum bersedia memberikan informasi lebih lanjut terkait identitas para pihak yang dicegah.

KPK menegaskan bahwa pencegahan ini merupakan bagian penting dari strategi penyidikan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah hilangnya bukti atau upaya-upaya yang dapat menghambat proses hukum.

Penggeledahan Kantor BRI Pusat dan Lokasi Lain

Sebelum pengumuman pencegahan, KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi pada 26 Juni 2025. Lokasi penggeledahan meliputi Kantor BRI Pusat di Sudirman dan sebuah lokasi lain di Gatot Subroto, Jakarta.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan KPK terkait kasus dugaan korupsi mesin EDC BRI. Hasil penggeledahan tersebut diharapkan dapat menjadi bukti tambahan dalam proses penyidikan.

Pada hari yang sama dengan penggeledahan, KPK mengumumkan dimulainya penyidikan baru terkait kasus ini. Seorang saksi juga telah diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Langkah-Langkah KPK dalam Mengungkap Kasus Korupsi

Kasus dugaan korupsi pengadaan mesin EDC di bank pemerintah ini terus diselidiki oleh KPK. Proses penyidikan masih berlangsung dan berbagai langkah telah dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta.

Selain pencegahan dan penggeledahan, KPK juga melakukan pemanggilan saksi dan pengumpulan bukti-bukti lainnya. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan keadilan ditegakkan dan para pelaku bertanggung jawab.

  • Pencegahan ke luar negeri terhadap 13 individu.
  • Penggeledahan di Kantor BRI Pusat dan lokasi lain di Jakarta.
  • Pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti-bukti pendukung.
  • Penetapan tersangka dan proses persidangan selanjutnya.

Proses hukum yang transparan dan akuntabel sangat penting dalam memberantas korupsi. KPK berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.

Kasus dugaan korupsi pengadaan mesin EDC di BRI ini menjadi perhatian publik. KPK diharapkan dapat segera mengungkap seluruh aktor di balik kasus ini dan memberikan sanksi tegas bagi yang terbukti bersalah. Keberhasilan dalam mengungkap kasus ini akan menjadi bukti nyata komitmen KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Transparansi dan akuntabilitas proses hukum menjadi kunci kepercayaan publik. Dengan mengungkap kasus ini secara tuntas, KPK dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pos terkait