Menjelang liburan sekolah tahun 2025, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar mempersiapkan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi para wisatawan. Hal ini dilakukan mengingat periode liburan sekolah merupakan momen penting yang meningkatkan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata. Kemenpar pun telah mensosialisasikan Surat Edaran terkait hal ini kepada pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha pariwisata.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan pentingnya persiapan yang matang. Beliau menyampaikan apresiasi atas kerja sama Kementerian Dalam Negeri dalam mensosialisasikan hal ini kepada kepala daerah di seluruh Indonesia.
Standar Usaha Pariwisata Berbasis Risiko
Pemerintah daerah didorong untuk menerapkan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE). Penerapan standar usaha pariwisata berbasis risiko juga menjadi perhatian utama.
Kerja sama antar berbagai pihak sangat penting untuk menjamin kelancaran perjalanan wisata. Hal ini mencakup koordinasi dengan pemerintah pusat, daerah, dan pengelola destinasi.
Pengelola daya tarik wisata memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan prima. Mereka wajib memastikan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan standar keamanan, khususnya pada wahana dengan risiko tinggi.
Mitigasi risiko destinasi dan pengelolaan berkelanjutan juga tak kalah penting. Pengelola juga diwajibkan memberikan informasi destinasi secara aktif kepada wisatawan melalui berbagai media.
Fasilitas rest area yang memadai untuk pengemudi juga perlu diperhatikan. Kemenpar juga meminta masyarakat untuk mematuhi peraturan di destinasi wisata.
Masyarakat diharapkan memahami modul CHSE dan kebencanaan. Partisipasi aktif masyarakat dalam memantau dan memberikan informasi perkembangan situasi destinasi juga sangat penting.
22 Modul Panduan Mitigasi Risiko
Surat edaran yang dikeluarkan Kemenpar dilengkapi dengan 22 modul panduan mitigasi risiko. Modul-modul ini bertujuan untuk memberikan panduan dan referensi terkait keselamatan, keamanan, dan kenyamanan di destinasi wisata.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Hal ini penting untuk mewujudkan destinasi wisata yang tertib, aman, dan ramah bagi semua kalangan.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, mendorong semua pihak untuk mempelajari modul-modul tersebut. Modul ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman.
Kampung Main: Inisiatif Kemenpar untuk Liburan Sekolah
Menjelang liburan sekolah, Kemenpar berkolaborasi dengan mitra Co-Branding Wonderful Indonesia menghadirkan program “Kampung Main”. Program ini bertujuan memperkenalkan desa wisata sebagai destinasi wisata berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Keterlibatan 18 mitra Co-branding Wonderful Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap pariwisata regeneratif.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, berharap program ini dapat menciptakan dampak positif. Anak-anak sebagai agen perubahan diharapkan dapat membawa dampak positif dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Kampung Main akan diselenggarakan di lima kota berbeda. Berikut jadwal dan lokasi kegiatannya:
- Jakarta (Taman Mini Indonesia Indah, 26-29 Juni 2025)
- Bandung (Kiara Artha Park, 4-6 Juli 2025)
- Yogyakarta (Pasar Wiguna Taman Ambarrukmo, 5-6 Juli 2025)
- Surabaya (Kidzania, 11-13 Juli 2025)
- Tabanan, Bali (Secret Garden Village, 11-13 Juli 2025)
Dengan berbagai inisiatif dan persiapan yang dilakukan, diharapkan liburan sekolah tahun 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman wisata yang positif bagi seluruh masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Semoga program-program seperti Kampung Main dapat terus dikembangkan untuk memperkaya pilihan destinasi wisata yang ramah anak dan keluarga.





