Momen Haru Keluarga: Kenangan Terakhir Bersama Ibrahim Sjarief Assegaf

Momen Haru Keluarga: Kenangan Terakhir Bersama Ibrahim Sjarief Assegaf
Sumber: Liputan6.com

Keluarga almarhum Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis senior Najwa Shihab, membagikan momen-momen haru menjelang kepergian beliau. Rifqi Sjarief Assegaf, adik almarhum, mengungkapkan bahwa Ibrahim sempat menjalani perawatan beberapa hari sebelum meninggal dunia. Hal ini memberikan kesempatan bagi keluarga untuk lebih siap menghadapi kepergiannya dan menghabiskan waktu berharga bersama.

Najwa Shihab dan keluarga menunjukkan kekuatan dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi situasi sulit ini. Keputusan untuk melepas kepergian Ibrahim diambil setelah pertimbangan medis dan keluarga, mengingat kondisi almarhum yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Momen Terakhir Kebersamaan Keluarga

Rifqi menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan untuk melepas kepergian Ibrahim berlangsung cepat, hanya sekitar 4-6 hari. Keluarga memiliki waktu yang cukup untuk mendampingi beliau di rumah sakit.

Meskipun waktu yang diberikan singkat, namun keluarga merasa cukup untuk memberikan dukungan dan menemani Ibrahim hingga akhir hayatnya. Kehadiran keluarga di sisi Ibrahim menjadi penghibur di masa-masa terakhirnya.

Sosok Ibrahim di Mata Keluarga dan Pelayat

Banyaknya pelayat yang hadir di pemakaman Ibrahim menjadi bukti betapa beliau begitu dicintai dan dihormati. Rifqi menggambarkan almarhum sebagai sosok yang supel dan mudah diterima banyak orang.

Sebagai perwakilan keluarga, Rifqi menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan. Kehilangan orang terkasih memang berat, tetapi keluarga percaya bahwa waktu akan membantu mereka untuk menerima kepergian Ibrahim dengan lebih ikhlas.

Duka Mendalam dari Quraish Shihab

Quraish Shihab, ayahanda Najwa Shihab, turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian menantunya. Beliau melihat kepergian Ibrahim sebagai tanda rahmat Allah SWT, mengingat hujan turun saat pemakaman berlangsung.

Quraish Shihab menekankan pentingnya keikhlasan dan pasrah kepada kehendak Allah. Beliau menyampaikan bahwa meskipun hati sedih, keluarga harus menerima takdir ini dengan lapang dada dan berusaha untuk selalu ridho.

Bagi Quraish Shihab, Ibrahim adalah menantu yang baik. Banyaknya pelayat yang hadir, bahkan di tengah hujan lebat, menjadi bukti nyata akan kebaikan dan jasa-jasa almarhum selama hidupnya.

Pemakaman Ibrahim di Tengah Hujan

Pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf berlangsung di TPU Jeruk Purut pada Rabu, 21 Mei 2025, pukul 10.30 WIB. Cuaca hujan lebat dan petir mengiringi prosesi pemakaman.

Meskipun hujan deras, banyak pelayat yang tetap hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Suasana haru dan khidmat menyelimuti pemakaman tersebut.

Ibrahim Sjarief Assegaf, yang wafat pada usia 47 tahun, meninggalkan seorang istri tercinta, Najwa Shihab, dan seorang putra, Izzat Asegaf. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Kepergian Ibrahim meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan sahabat. Namun, kisah hidupnya yang penuh kebaikan akan selalu dikenang. Semoga almarhum ditempatkan di sisi-Nya dan mendapatkan tempat terbaik di surga.

Pos terkait