Pangeran Harry dan Meghan Markle akan tetap menjadi bagian penting dalam rencana pemakaman Raja Charles III. Meskipun hubungan mereka dengan keluarga kerajaan sempat renggang beberapa tahun terakhir, Raja Charles tampaknya berupaya menyatukan kembali keluarga dengan melibatkan Duke dan Duchess of Sussex dalam upacara pemakamannya. Hal ini menunjukkan sebuah upaya rekonsiliasi keluarga yang signifikan, terlebih mengingat peran penting mereka dalam keluarga kerajaan.
Anak-anak pasangan Sussex, Archie dan Lilibet, yang tinggal di California, juga akan hadir dalam momen bersejarah ini. Kehadiran mereka menandakan komitmen Raja Charles untuk melibatkan seluruh anggota keluarga dalam perpisahan terakhir untuknya.
Upaya Raja Charles III Menyatukan Keluarga
Raja Charles III, yang kini berusia 76 tahun, telah menginstruksikan para pejabat untuk memastikan Pangeran Harry dan Meghan Markle berada di pusat rencana pemakamannya. Ini tercermin dalam “Operasi Jembatan Menai,” rencana pemakaman yang melibatkan pasangan Sussex dalam seluruh proses, dari pengumuman awal hingga prosesi dan pemakaman.
Harry diperkirakan akan berjalan berdampingan dengan Pangeran William dalam prosesi dari Westminster Abbey. Keluarga Sussex juga diundang untuk berpartisipasi dalam acara peringatan keluarga di Westminster Hall.
Keputusan ini menunjukkan komitmen Raja Charles untuk memprioritaskan persatuan keluarga. Bahkan, telah diatur agar Pangeran Archie (6) dan Putri Lilibet (4) dapat menghadiri pemakaman bersama orang tua mereka.
Meskipun pemakaman kenegaraan biasanya sangat tradisional, Raja Charles ingin memasukkan unsur-unsur yang mencerminkan nilai-nilai pribadinya. Salah satu rencana yang mengemuka adalah penyisipan unsur keberlanjutan dalam upacara tersebut. Masa berkabung kerajaan juga akan dipersingkat.
Pangeran Harry Singgung Ujaran Kebencian yang Diterima Meghan
Sebelumnya, Pangeran Harry berbicara secara terbuka tentang ujaran kebencian yang diterima istrinya di media sosial. Pernyataan ini disampaikan saat ia tampil di Nexus Global Summit 2025 di New York.
Ia menyatakan bahwa Meghan Markle, pada tahun 2018, merupakan orang yang paling banyak menerima perundungan di dunia. Hal ini menjadi alasan pentingnya peran dunia digital dalam upaya memerangi isolasi sosial daring.
Harry menjelaskan bahwa fokus pada “dunia maya” melalui Archewell Foundation menjadi penting bagi dirinya dan Meghan. Ini didorong oleh pengalaman mereka bertemu banyak orangtua yang kehilangan anak-anak mereka akibat media sosial, sebagian besar karena bunuh diri.
Rasa Empati Berkurang di Era Digital
Penulis buku memoar “Spare” itu juga mengungkapkan bahwa rasa empati orang-orang semakin berkurang karena kesulitan hidup yang mereka hadapi. Meghan Markle mulai menghadapi sorotan publik sejak pertunangannya dengan Harry pada November 2017.
Setelah menikah pada Mei 2018, Meghan menghadapi pemberitaan negatif yang intens. Dalam wawancaranya dengan Oprah Winfrey, ia mengungkapkan pernah berpikir untuk bunuh diri karena hal tersebut.
Ia merasa tidak mengerti bagaimana semua pemberitaan negatif tersebut bisa terjadi. Pasangan Sussex mengundurkan diri dari tugas kerajaan mereka pada tahun 2020 dan pindah ke Montecito, California.
Keputusan Raja Charles untuk melibatkan Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam pemakamannya, meskipun ada jarak dan perbedaan di antara mereka, menunjukkan upaya yang signifikan untuk memperbaiki hubungan keluarga. Hal ini juga menunjukkan sebuah visi kepemimpinan yang menekankan persatuan, bahkan di tengah tantangan dan perbedaan pendapat. Kehadiran anak-anak mereka semakin memperkuat pesan ini. Semoga keputusan ini dapat menjadi langkah awal untuk rekonsiliasi yang lebih besar dalam keluarga kerajaan.





