Polri mengeluarkan imbauan penting terkait kebijakan work from home (WFH) bagi instansi pemerintahan dan perkantoran swasta di Jakarta. Imbauan ini dikeluarkan menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli 2025. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Monumen Nasional (Monas), pusat perayaan peringatan tersebut.
Selain imbauan WFH, pekan lalu juga terjadi beberapa peristiwa penting lainnya di Jakarta dan sekitarnya, termasuk penggerebekan sebuah pesta seks sesama jenis serta perombakan jabatan di kepolisian. Berikut rincian lebih lanjut dari berita-berita tersebut.
Polri Imbau WFH pada 1 Juli 2025 untuk Mengurangi Kemacetan
Mabes Polri telah mengirimkan surat imbauan resmi kepada instansi pemerintahan dan perkantoran swasta di Jakarta. Imbauan tersebut meminta diterapkannya kebijakan work from home (WFH) pada Selasa, 1 Juli 2025.
Tujuan utama dari imbauan ini adalah untuk mengurangi volume kendaraan yang akan melintas di sekitar Monas. Kawasan ini akan menjadi lokasi utama peringatan Hari Bhayangkara ke-79.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menegaskan bahwa surat imbauan tersebut telah didistribusikan secara resmi.
Penggerebekan Pesta Seks Sesama Jenis di Megamendung, Bogor
Kepolisian menggerebek sebuah pesta seks sesama jenis di sebuah vila di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebanyak 75 orang, terdiri dari 74 pria dan satu wanita, diamankan dalam penggerebekan yang dilakukan pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025.
Penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Acara tersebut bertema “The Big Star” dan disamarkan sebagai family gathering.
Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa puluhan peserta pesta seks berasal dari wilayah Jabodetabek.
Perombakan Jabatan di Kepolisian Metro Jakarta Selatan dan Timur
Terjadi perombakan jabatan di tubuh kepolisian, khususnya di wilayah Jakarta Selatan dan Timur. Pergantian ini diumumkan melalui Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1421/VI/KEP./2025, tertanggal 24 Juni 2025.
Surat telegram tersebut ditandatangani langsung oleh Asisten SDM Kapolri, Irjen Anwar. Salah satu pergantian penting adalah posisi Kapolres Metro Jakarta Selatan.
Kombes Ade Rahmat Idnal digeser ke Lemdiklat Polri sebagai Widyaiswara Utama Tingkat II. Posisinya digantikan oleh Kombes Nicolas Ary Lilipaly, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Timur.
Sementara itu, posisi Kapolres Metro Jakarta Timur yang ditinggalkan Lilipaly diisi oleh Kombes Alfian Nurrizal.
Pergantian pejabat di tubuh Polri merupakan hal yang biasa terjadi dan bertujuan untuk penyegaran serta optimalisasi kinerja institusi. Imbauan WFH dan penggerebekan pesta seks merupakan dua peristiwa yang menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ke depannya, diharapkan kolaborasi yang baik antara masyarakat dan aparat penegak hukum dapat terus terjaga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
